Ekoteologi dalam Filsafat Jou Se Ngofa Ngare

Salim Taib

Oleh: Salim Taib
(Ketua Yayasan Pendidikan Nahdiyatul Mulk Provinsi Maluku Utara)

Krisis lingkungan hidup yang dihadapi umat manusia dewasa ini merupakan akibat langsung dari pengelolaan lingkungan hidup yang tidak didasarkan pada kesadaran etika, moral dan spiritual yang tertanggung jawab.

Dengan kata lain, krisis ekologi yang dihadapi umat manusia sebetulnya berakar dalam krisis etika, krisis moral dan krisis spiritual manusia.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 2 Maret 2026

Kesadaran akan adanya kehidupan manusia yang juga dimungkinkan oleh ketersediaan sumber daya alam ciptaan Tuhan, pada kenyataannya telah terkikis habis oleh egoisme manusia yang tanpa hati nurani mengeruk, menggarap alam lingkungan.

Manusia telah melakukan ketidakadilan yang sangat memojokkan eksistensi dirinya, bahwa manusia dijadikan atau diciptakan untuk bertanggung jawab terhadap alam ciptaan Allah yang lainnya.

Sebuah tanggung jawab perjuangan untuk keselamatan semesta, sejak mulanya telah dianugerahkan kepada manusia oleh sang khalik.

Melalui alam, Allah menyediakan kepada manusia apa yang menjadi kebutuhan untuk bisa dinikmati, namun ketika manusia puas mengambil apa yang ada di alam, manusia juga telah merampas apa yang mestinya menjadi milik esensial pada alam itu sendiri, yakni kehidupan.

Manusia harus menyadari, bahwa tidak ada kepuasan final dirasakan oleh manusia walau manusia mengambil segala sesuatu yang dimiliki oleh alam, kecuali manusia sendiri sadar, bahwa kepuasan akan dinikmati jika ia memberi kesempatan juga kepada alam untuk menikmati apa yang ada pada dirinya (alam) itu sendiri.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...