Ekoteologi dalam Filsafat Jou Se Ngofa Ngare

Tidak ada manusia yang puas ketika melihat alam mengalami kurasakan, bahkan sebaliknya, adakalanya manusia turut berbahagia jika melihat alam ini menjadi rusak.
Mungkin hal ini tidak begitu menggugah manusia, padahal manusia sendiri mengalami dan menikmati akibat langsung dari kegersangan dan kerusakan lingkungan.
Ekoteologi yang menempatkan relasi yang seimbang antara manusia dan Lingkungan alam sekitar, karena itu manusia harus menegaskan kesadarannya untuk tidak mengesploitasi besar-besaran sumber daya alam dan lingkungan.
Karena manusia diciptakan oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi sekaligus diberi mandat untuk mengelolah alam raya demi kemakmuran manusia.
Dalam demensi mandatoris itulah terkadang manusia dengan caranya sendiri mengelola alam dalam keserampangan, karena alam ditempatkan sebagai sumber daya yang harus di eksploitasi habis.
Oleh karena itu ada beberapa aspek yang dapat diperbincangkan dalam membangun Teologi lingkungan hidup Dimana konsep tentang Allah dalam Teologi Lingkungan.
Agar manusia menumbuhkan kesadaran teologisnya bahwa alam ini ciptakan Allah sebagai tanda-tanda atau ayat-ayat yang harus di baca oleh manusia.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar