Selamat Hari Lahir Pancasila
“Kita Memakan Tambang, Tambang Memakan Kita”

Kita Memakan Tambang
Tidak jujur jika membicarakan Maluku Utara hari ini tanpa mengakui bahwa industri nikel telah mengubah ekonomi daerah ini secara signifikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara menunjukkan bahwa ekonomi Maluku Utara tahun 2025 tumbuh sebesar 34,17 persen, tertinggi di Indonesia.
Dari sisi produksi, industri pengolahan tumbuh 62,64 persen dan sektor pertambangan serta penggalian tumbuh 77,33 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh 40,13 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara tahun 2025 mencapai Rp133,6 triliun dengan PDRB per kapita sebesar Rp97,26 juta.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh aktivitas hilirisasi nikel yang berkembang di kawasan industri seperti Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah dan kawasan industri Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan.
Dampak ekonomi dari ekspansi industri ini dapat dilihat secara langsung. Weda yang sebelumnya merupakan wilayah dengan aktivitas ekonomi terbatas kini berubah menjadi pusat pergerakan ekonomi baru. Rumah makan tumbuh di berbagai titik.
Usaha transportasi berkembang. Harga tanah meningkat. Perputaran uang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar