Kepala Daerah Ence (Bagian 2/Habis)

Monopoli Fiskal dan Ekosistem Rente APBD

Dr. Mukhtar Adam

Di sini, APBD yang telah ditetapkan bersama DPRD kehilangan makna politiknya sebagai kontrak publik. APBD berubah menjadi dokumen yang dapat digeser sesuai kalkulasi bisnis penguasa.

Untuk menutupi karakter predatoris tersebut, Ence biasanya membangun citra sosial. Bantuan masyarakat, kegiatan amal, dukungan acara keagamaan, bantuan olahraga, dan berbagai kegiatan sosial dipublikasikan secara luas.

Citra kedermawanan dibangun untuk menutupi struktur penguasaan ekonomi yang timpang. Publik diperlihatkan wajah sosial, sementara di balik layar berlangsung penguasaan APBD, eksploitasi sumber daya alam, dan pengendalian proyek.

Strategi ini efektif karena masyarakat sering melihat bantuan langsung sebagai bukti kepedulian, sementara struktur rente yang lebih besar sulit terlihat. Padahal, bantuan sosial yang tampak besar sering kali hanya remah dari keuntungan ekonomi yang jauh lebih besar.

Bentuk lain dari ekosistem rente adalah penguasaan fasilitas yang berkaitan dengan belanja operasional pemerintahan.

Jika daerah membutuhkan hotel untuk rapat, perjalanan dinas, atau kegiatan resmi, maka jaringan penguasa membangun atau menguasai hotel.

Jika hotel telah tersedia, hotel itu dijadikan kantor kedua. Tamu, pejabat, kontraktor, dan pihak yang berkepentingan diarahkan untuk bertemu di tempat usaha tersebut.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Komentar

Loading...