Krisis Ruang Aman bagi Perempuan di Malut
Antara Diam dan Takut

Oleh: Darti Duwila
(Pengurus Kohati HMI Komisariat Pertanian, Unkhair Ternate)
Maluku utara hari ini masih sering terjadi kasus pelecehan seksual. di tingkat orang dewasa, remaja maupun anak-anak, kejadian yang baru-baru ini mengemparkan masyarakat, tepatnya di kota ternate sejak april 2026.
Kasus begal payudara terjadi di lingkungan tabahawa kelurahan salahuddin dan sekitarnya, kejadian tersebut meninggalkan bekas trauma berat bagi korban.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 18 Mei 2026
Teriakan histeris korban mengejutkan orang-orang sekitar yang berada di lingkugan pada kejadian malam itu, masyarakat suda berusaha mengejar pelaku namun, pelaku berhasil lolos.
Dengan adanya kejadiaan itu, perempuan yang beraktivitas di malam hari jadi terhambat karena takut, trauma bukan hanya terjadi pada korban tapi sesama perempuan ikut mengalami, pikiran negatif tentang keluar malam.
Jalanan sepi sudah membayangi perempuan bahkan tranportasi yang biasa di pakai untuk menunjang aktivitas kegiatan dan pekerjaan sudah tidak menjadi kepercayaan bagi perempuan, contohnya angkot, ojek online dan kendaraan lainnya, yang biasa paling di takutkan adalah pangakalan ojek karena tidak ada jaminan keselamatan.
Berikutnya mengenai kasus ancaman yang juga terjadi di kota ternate, pelaku mengancam korban mengunakan benda tajam, agar supaya korban mengikuti kumauan si pelaku, salah satu korbannya adalah siswi SMA, sama dengan kasus sebelumnya itu juga akan menimbulkan trauma bagi korban.
Dampaknya korban suda tidak akan memiliki semanggat untuk bersekolah karna takut kejadian tersebut akan terulang kembali dan korban juga akan sering mengurung diri karna suda tidak memiliki kepercayaan pada lingkungan sekitar.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar