Industri dan Masa Depan Ilmu Sosial

Herman Oesman

Mereka tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga mampu berinovasi dan beradaptasi dalam sistem produksi yang fleksibel dan berkelanjutan. Hal ini memperkuat argumen bahwa program studi harus selaras dengan kebutuhan industri.

Akibatnya, muncul kebijakan atau wacana rasionalisasi program studi. Menutup atau menggabungkan program yang dianggap tidak relevan, dan membuka program baru yang lebih “marketable”. Dalam situasi ini, ilmu sosial kerap menjadi sasaran kritik.

Program studi seperti sosiologi, antropologi, sejarah, filsafat, atau ilmu budaya dianggap kurang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan industri. Mereka dinilai tidak menghasilkan keterampilan teknis yang dibutuhkan oleh pasar kerja modern.

Pandangan ini sesungguhnya terlalu sempit. Ilmu sosial memiliki peran yang tidak tergantikan dalam memahami dinamika masyarakat, konflik sosial, ketimpangan, hingga dampak sosial dari industrialisasi itu sendiri.

Industrialisasi justru menciptakan masalah sosial baru yang membutuhkan analisis dan solusi dari perspektif ilmu sosial.

Penelitian memperlihatkan, bahwa perubahan sosial akibat industrialisasi menuntut pendidikan untuk tidak hanya menghasilkan tenaga kerja, tetapi juga individu yang mampu memahami dan merespons perubahan sosial secara kritis. Dengan kata lain, ilmu sosial justru semakin relevan di tengah perubahan yang cepat.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...