Industri dan Masa Depan Ilmu Sosial

Herman Oesman

Pendidikan tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan praktis, problem solving, dan kolaborasi lintas disiplin.

Bahkan, pendidikan vokasi didorong untuk memperkuat kemitraan dengan industri agar terjadi keselarasan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja.

Dengan begitu, pendidikan tinggi mengalami pergeseran dari knowledge-based education menuju skill-based education. Di sinilah muncul tekanan besar terhadap program studi yang dianggap tidak “produktif” secara ekonomi.

Industri bekerja dengan logika efisiensi, produktivitas, dan profit. Pada kerangka ini, pendidikan tinggi dipandang sebagai investasi yang harus menghasilkan output yang terukur, yakni tenaga kerja yang sesuai kebutuhan pasar.

Ketika suatu program studi dinilai tidak mampu menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja, maka program tersebut dianggap tidak efisien.

Fenomena ini diperkuat oleh fakta bahwa banyak lulusan perguruan tinggi merasa jurusan yang mereka ambil tidak relevan dengan pekerjaan yang mereka jalani.

Bahkan, terdapat indikasi bahwa ketidaksesuaian ini menimbulkan kerugian ekonomi, baik bagi individu maupun negara. Di era Revolusi Industri 5.0, tuntutan terhadap lulusan semakin kompleks.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...