(Antara Kesalehan Spiritual dan Kesalehan Sosial Menurut Ali Saryati)
Makna Dzulhijjah

Oleh: Eid al-Fatir
(Kader HMI Cabang Ternate)
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan spiritual paling sangkral dalam tradisi islam. Ia bukan sekadar penanda kalender hijriah, melainkan ruang refleksi yang mempertemukan manusia dalam dimensi ketuhanan sekaligus dimensi kemanusiaan.
Di dalam Dzulhijjah terdapat ibadah haji, puasa arafah, takbir, pengorbanan Nabi Ibrahim as, hingga perjalanan panjang Imam Husain di Mekah Menuju Kufah yang sarat makna teologis dan sosial.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Kamis, 21 Mei 2026
Dzulhijjah tidak hanya berbicara tentang hubungan vertikal manusia dengan Tuhan, tetapi juga tentang hubungan horizontal manusia dengan manusia.
Ali Saryati, pemikir muslim revolusioner asal Iran. Ia dikenal sebagai intelektual muda yang mengkritik keberagamaan yang hanya berhenti pada ritual formal.
Menurutnya, agama bukan sekadar praktik ibadah individual, melainkan kekuatan pembebasan sosial. Islam, menurut Ali Saryati, hadir untuk membangunkan kesadaran manusia dari penindasan, ketidakadilan, dan ketimpangan sosial.
Dalam konteks ini, ritual keagamaan tidak boleh dimaknai secara pasif dan simbolik semata. Ia harus melahirkan keberpihakan moral terhadap sesama manusia.
Oleh sebab itu, pada titik inilah, Dzulhijjah menjadi ruang refleksi penting untuk memahami bagaimana spiritulitas harus melahirkan solidaritas sosial.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar