(Antara Kesalehan Spiritual dan Kesalehan Sosial Menurut Ali Saryati)

Makna Dzulhijjah

Eid Al-Fatir

Membantu fakir miskin, melawan korupsi, menjaga lingkungan, membelah hak masyarakat kecil, dan memperjuangkan keadilan merupakan bagian dari manifestasi ibadah bahwa kesalehan tidak boleh berhenti di sajadah, tetapi harus hadir di pasar, kantor, sekolah, hingga ruang publik.

Ali Saryati percaya bahwa tugas agama adalah membangunkan manusia dari ketidakpedulian sosial. Oleh sebab itu, perayaan Dzulhijjah tidak boleh berhenti pada seremoni ritual belaka.

Ia harus menjadi energi moral untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan manusiaui. Ketika umat Islam memahami Dzulhijjah hanya sebagai ibadah individual, maka nilai revolusioner islam akan hilang.

Sebaliknya, ketika Dzulhijjah dimaknai sebagai perpaduan antara spiritualitas dan solidaritas sosial, maka agama akan kembali menjadi kekuatan transformasi.

Pada akhirnya, makna terdalam Dzulhijjah terletak pada kemampuan manusia menyatukan cinta kepada Tuhan dengan cinta kepada sesama manusia.

Kesalehan spiritual dan kesalehan sosial bukan dua hal yang terpisah, melainkan dua sisi dari keberagamaan yang utuh.

Ali Saryati mengingatkan bahwa Tuhan tidak hanya hadir di tempat ibadah, tetapi juga hadir dalam jeritan kaum miskin, tertindas, penderitaan rakyat kecil, dan perjuang melawan ketidakadilan. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...