(Antara Kesalehan Spiritual dan Kesalehan Sosial Menurut Ali Saryati)
Makna Dzulhijjah

Imam Husain menunjukan bahwa sejatinya umat harus melawan penindasan, kemiskinan, dan ketidakadilan. Perjalanan Imam Husain bin Ali menuju Kufah, menjadi simbol perlawanan terhadap tirani dan penghianatan terhadap nilai keadilan.
Imam Husain bukan hanya cucu Nabi Muhammad Saw, tetapi juga representasi moral Islam yang hidup. Ia lahir dari keluarga kenabian yang menjadikan keadilan, keberanian, dan kemanusiaan sebagai fondasi perjuangan.
Ketika kekuasaan berada di tangan Yazid bin Muawiyah, Imam Husain melihat adanya ancaman serius terhadap nilai-nilai islam.
Kekuasaan berubah menjadi alat dominasi politik, sementara agama mulai menjadikan legitimasih untuk mempertahankan kekuasaan. Dalam konteks itulah, Imam Husain memilih jalan yang berbeda. Ia menolak tunduk pada kekuasaan yang zalim.
Dari sini kita belajar bahwa Dzulhijjah bukan hanya tentang ritual, tetapi keberanian menjaga prinsip. Nabi Ibrahim diuji dengan pengorbanan, sementara Imam Husain diuji dengan keberanian melawan kekuasaan yang menindas.
Keduanya memperlihatkan bahwa iman tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu berkaitan dengan spiritual, moral, dan sosial terhadap kebenaran.
Di tengah dunia modern yang dipenuhi kempetisi ekonomi dan ketimpangan sosial, makna Dzulhijjah menjadi relevan. Manusia hari ini sering diukur berdasarkan materi, popularitas, dan kekuasaan.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar