Krisis Regenerasi Modal Sosial dan Masa Depan Pembangunan Berbasis Komunitas di Tidore
Modernisasi Tanpa Kehilangan Solidaritas

Namun, intervensi pemerintah tidak seharusnya mengambil alih seluruh keputusan organisasi yang tumbuh dari masyarakat. Ketika kelompok hanya bergerak karena bantuan dan instruksi program, partisipasi berisiko melemah setelah pendanaan berakhir.
Karena itu, keberhasilan pemberdayaan perlu diukur dari kemampuan organisasi mempertahankan kegiatan, mengelola sumber daya, menyelesaikan persoalan, dan membangun hubungan usaha secara mandiri.
Pemerintah perlu berperan sebagai penguat kapasitas masyarakat, bukan sebagai pengganti inisiatif kolektif yang seharusnya tumbuh dari warga sendiri.
Pembangunan berbasis komunitas juga memerlukan perubahan indikator keberhasilan. Banyak program lebih mudah dinilai melalui jumlah kelompok yang dibentuk, bantuan yang disalurkan, kegiatan pelatihan, atau fasilitas yang dibangun.
Indikator tersebut penting untuk mengukur pelaksanaan, tetapi belum cukup menjelaskan apakah modal sosial masyarakat benar-benar menguat.
Evaluasi perlu melihat tingkat partisipasi anggota, keberlanjutan kegiatan, transparansi organisasi, kemampuan menyelesaikan konflik, kerja sama antar kelompok, dan manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat.
Pengalaman Galasi menunjukkan bahwa organisasi dapat bertahan ketika anggota memahami hubungan antara kontribusi dan manfaat bersama. Karena itu, program pemberdayaan harus memberi perhatian terhadap kualitas hubungan kelembagaan, bukan hanya keberadaan struktur organisasi secara formal.
Tantangan lainnya adalah memperluas modal sosial agar tidak hanya bekerja dalam lingkungan kelompok yang sudah saling mengenal. Kepercayaan internal memang membantu menjaga solidaritas, tetapi pembangunan ekonomi modern juga membutuhkan kemampuan membangun hubungan dengan pihak di luar komunitas.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar