Krisis Regenerasi Modal Sosial dan Masa Depan Pembangunan Berbasis Komunitas di Tidore
Modernisasi Tanpa Kehilangan Solidaritas

Kelompok tani dapat menggunakan teknologi sederhana untuk mengatur jadwal produksi dan kebutuhan tenaga kerja. Dengan pendekatan tersebut, modal sosial memperoleh fungsi baru sebagai pendukung efisiensi ekonomi dan peningkatan posisi tawar masyarakat.
Pembaruan kelembagaan harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan anggota agar partisipasi tidak hanya bertumpu pada kewajiban moral.
Organisasi pemuda juga dapat menjadi ruang regenerasi modal sosial yang relevan dengan perubahan zaman. Generasi muda memiliki peluang mengembangkan usaha berbasis teknologi, pengolahan hasil pertanian, pemasaran digital, kegiatan kreatif, dan pelayanan ekonomi masyarakat.
Nilai Galasi dapat diterjemahkan menjadi kerja tim, pembagian tanggung jawab, disiplin, dan pengelolaan kegiatan secara transparan. Pemerintah kelurahan bersama tokoh masyarakat dapat memfasilitasi dialog antargenerasi untuk mempertemukan pengalaman para pelaku Galasi dengan kebutuhan organisasi pemuda masa kini.
Dokumentasi sejarah dapat dikembangkan melalui arsip digital, wawancara, pameran, dan kegiatan pendidikan lokal. Namun, pengenalan sejarah tidak cukup jika berhenti pada kegiatan seremonial.
Generasi muda perlu memperoleh kesempatan menerapkan nilai tersebut dalam proyek ekonomi dan sosial yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mempunyai tanggung jawab penting dalam memperkuat proses adaptasi kelembagaan tersebut.
Dukungan pemerintah dapat dimulai melalui dokumentasi sejarah Galasi, pendampingan organisasi masyarakat, peningkatan kapasitas kepemimpinan, akses pembiayaan, dan pengembangan usaha berbasis komunitas.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar