Krisis Regenerasi Modal Sosial dan Masa Depan Pembangunan Berbasis Komunitas di Tidore
Modernisasi Tanpa Kehilangan Solidaritas

Salah satu kekuatan Galasi terletak pada kemampuannya menerjemahkan kepercayaan menjadi aturan yang dapat dijalankan bersama. Jam pasir yang dibuat dari dua botol kaca bening digunakan sebagai instrumen pengukuran waktu kerja.
Setiap perpindahan pasir menjadi satu satuan kontribusi tenaga yang berlaku berdasarkan kesepakatan kelompok. Menurut keterangan historis dalam naskah, anggota biasa mempunyai kewajiban empat botol waktu, sedangkan ketua dan tetua memperoleh lima botol karena memikul tanggung jawab tambahan.
Pengaturan tersebut menunjukkan adanya pembagian hak, kewajiban, dan kepemimpinan yang dipahami masyarakat. Kepercayaan tidak berdiri sendiri, tetapi diperkuat oleh transparansi, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan bersama.
Namun, kekuatan kelembagaan seperti Galasi tidak terlepas dari perubahan lingkungan sosial yang menopangnya. Ketika tenaga kerja upahan semakin dikenal, pendidikan membuka pilihan pekerjaan baru, dan kegiatan ekonomi rumah tangga menjadi lebih beragam, ketersediaan waktu untuk bekerja secara kolektif mulai berkurang.
Sebagian generasi muda tidak lagi menggantungkan masa depannya pada kegiatan pertanian. Perubahan ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi yang memperluas kesempatan individu dan keluarga.
Akan tetapi, semakin beragamnya orientasi pekerjaan juga mengubah pola hubungan antarwarga. Sistem pertukaran tenaga yang sebelumnya menjadi kebutuhan bersama perlahan kehilangan sebagian kondisi sosial dan ekonomi yang membuatnya dapat bertahan.
Di sinilah muncul paradoks modernisasi yang penting bagi pembangunan Kota Tidore Kepulauan. Masyarakat dapat mengalami peningkatan pendidikan, mobilitas pekerjaan, dan akses terhadap kegiatan ekonomi modern, tetapi pada saat yang sama kehilangan sebagian kapasitas organisasi sosial yang pernah membantu mereka menghadapi keterbatasan.
Perubahan tersebut tidak berarti masyarakat modern menjadi kurang peduli terhadap sesama. Yang berubah adalah struktur kesempatan, penggunaan waktu, bentuk pekerjaan, dan insentif untuk terlibat dalam kegiatan kolektif.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar