Krisis Regenerasi Modal Sosial dan Masa Depan Pembangunan Berbasis Komunitas di Tidore
Modernisasi Tanpa Kehilangan Solidaritas

Dengan demikian, pembaruan kelembagaan perlu mempertahankan prinsip keadilan tanpa mengharuskan seluruh anggota memberikan kontribusi dalam bentuk dan waktu yang identik.
Krisis modal sosial juga tidak boleh dibaca secara romantis seolah-olah seluruh praktik tradisional selalu menghasilkan hubungan yang adil.
Galasi mempunyai aturan dan struktur kepemimpinan yang memungkinkan kerja kolektif berlangsung, tetapi setiap keluarga tetap memiliki luas kebun, jumlah tanaman, dan kemampuan ekonomi yang berbeda. Tidak semua anggota memperoleh hasil pertanian atau peningkatan kesejahteraan dalam besaran yang sama.
Kewajiban sosial yang terlalu kaku juga berpotensi menjadi beban bagi anggota yang mempunyai keterbatasan waktu atau kondisi keluarga tertentu. Karena itu, pembaruan modal sosial harus membuka ruang partisipasi yang lebih inklusif, transparan, dan sesuai kemampuan anggota.
Tradisi perlu dibaca secara kritis agar nilai yang bermanfaat dapat dipertahankan, sementara mekanisme yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dapat diperbaiki. Modernisasi kelembagaan justru menjadi kesempatan untuk memperluas keadilan dalam kerja kolektif.
Dalam perspektif Ekonomi Pembangunan, persoalan yang lebih besar ialah bagaimana masyarakat mengubah solidaritas tradisional menjadi kapasitas organisasi ekonomi yang berkelanjutan.
Kepercayaan dapat membantu anggota membangun usaha bersama, tetapi kepercayaan saja tidak cukup untuk mengelola pembiayaan, pemasaran, teknologi, dan risiko usaha modern.
Organisasi komunitas membutuhkan kemampuan manajemen, pencatatan keuangan, aturan pembagian manfaat, kepemimpinan, serta mekanisme penyelesaian persoalan. Tanpa penguatan tersebut, pembentukan kelompok baru dapat berhenti pada pemenuhan persyaratan administratif program pemerintah.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar