Krisis Regenerasi Modal Sosial dan Masa Depan Pembangunan Berbasis Komunitas di Tidore
Modernisasi Tanpa Kehilangan Solidaritas

Kelompok tani memerlukan jaringan pasar, koperasi membutuhkan akses perbankan, dan usaha pemuda memerlukan hubungan dengan pelanggan, pemasok, serta lembaga pendukung.
Pemerintah daerah dapat memfasilitasi kemitraan tersebut tanpa menghilangkan posisi masyarakat sebagai pelaku utama. Dengan demikian, nilai kebersamaan yang pernah hidup melalui Galasi dapat berkembang menjadi kemampuan membangun jaringan ekonomi yang lebih luas.
Transformasi ini penting agar modal sosial tidak hanya menjaga hubungan lama, tetapi juga membuka kesempatan baru bagi masyarakat.
Warisan Galasi karena itu perlu ditempatkan dalam agenda pembangunan jangka panjang Kota Tidore Kepulauan. Pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, kelurahan, dan masyarakat dapat bekerja sama membangun pusat dokumentasi pengetahuan lokal sekaligus mengembangkan model pemberdayaan berbasis nilai komunitas.
Penelitian sejarah lisan perlu dilanjutkan dengan kajian mengenai perubahan jaringan sosial, partisipasi generasi muda, kinerja organisasi ekonomi, dan ketahanan rumah tangga. Hasil penelitian dapat digunakan untuk merancang pendampingan koperasi, kelompok tani, dan organisasi pemuda yang sesuai dengan kondisi setempat.
Pendekatan ini akan menghubungkan pelestarian pengetahuan dengan inovasi kelembagaan. Galasi tidak lagi dipandang hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai sumber pembelajaran untuk merancang hubungan sosial ekonomi yang lebih adaptif.
Pada akhirnya, modernisasi Kota Tidore Kepulauan tidak perlu dipertentangkan dengan warisan solidaritas masyarakatnya. Perubahan pendidikan, pekerjaan, teknologi, dan hubungan pasar merupakan bagian dari perkembangan ekonomi yang membuka kesempatan baru bagi keluarga dan generasi muda.
Namun, kemajuan tersebut perlu disertai kemampuan mempertahankan fungsi produktif kepercayaan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Pengalaman Galasi memperlihatkan bahwa masyarakat pernah membangun kelembagaan untuk mengatasi keterbatasan tenaga dan modal melalui aturan yang dipahami bersama.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar