PERAHU SARUMA Sebagai Jembatan Regulasi, Hilirisasi dan Kesejahteraan

Halmahera Selatan Menuju Kabupaten Agromaritim

Achmad Dijanto Sajuti

Pesannya sederhana tetapi fundamental: kekayaan daerah tidak boleh terus keluar dalam bentuk bahan mentah. Di sisi lain, Studi Hub Kemaritiman Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2025 memperlihatkan karakter wilayah yang sangat kuat sebagai kawasan kepulauan.

Sekitar 78 persen wilayahnya berupa lautan. Karena itu, pembangunan ekonomi tidak mungkin hanya dirancang dari perspektif daratan. Konektivitas antarpulau, pelabuhan, cold chain, pergudangan, sistem logistik, dan akses pasar harus menjadi bagian dari desain agromaritim.

Kajian Hub Kemaritiman merekomendasikan model hub-and-spoke, dengan Pelabuhan Babang sebagai kandidat hub awal yang paling siap, ditopang pelabuhan lain sebagai spoke sesuai kekuatan klaster masing-masing.

Ini memberikan gambaran bahwa Halmahera Selatan sebenarnya sedang memiliki dua fondasi besar sekaligus: fondasi produksi dan hilirisasi di darat, serta fondasi konektivitas dan distribusi di laut.

PERAHU SARUMA Hadir pada Titik yang Paling Menentukan: Regulasi

Potensi tidak otomatis menjadi kesejahteraan. Kajian tidak otomatis menjadi kebijakan. Kebijakan tidak otomatis menjadi sistem. Di antara semuanya terdapat satu jembatan yang menentukan, yaitu regulasi.

PERAHU SARUMA, pembentukan regulasi hukum sarana untuk masyarakat agromaritim, dibangun untuk memastikan agar proses pembentukan regulasi daerah tidak berhenti pada prosedur administratif, tetapi bergerak menuju penjaminan mutu legislasi.

Melalui mekanisme pengajuan yang tertib, screening usulan, penilaian terukur, dokumentasi, serta pengembangan SI-PERAHU SARUMA, proyek perubahan ini menempatkan kualitas regulasi sebagai bagian dari kualitas pembangunan.

Dengan demikian, Perahu Saruma bukan semata-mata aplikasi dan bukan pula sekadar proyek jangka pendek. Ia adalah arsitektur tata kelola yang mencoba menjawab pertanyaan paling mendasar dalam legislasi daerah:

Baca Halaman Selanjuntya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Komentar

Loading...