Catatan
MAHARDIKA

Oleh: Herman Oesman
(Dosen Sosiologi FISIP UMMU)
"...Bangsa yang benar-benar merdeka adalah bangsa yang mampu membuat rakyatnya berilmu, bijak, berbudi luhur, sejahtera, berdaulat, dan bebas dari segala bentuk belenggu..."
Terdapat beberapa kata yang tidak sekadar menjadi bagian dari bahasa, tetapi menyimpan perjalanan panjang peradaban. Salah satunya, mahardika. Dalam bentuk Sanskerta lebih dekat dengan bentuk asalnya, mahardhika.
Kata ini menarik karena jejak maknanya, bergerak dari sesuatu yang berkaitan dengan kekayaan, kekuatan, pengetahuan, kebijaksanaan, dan keluhuran menuju pengertian yang kita kenal sekarang sebagai merdeka.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 24 Agustus 2026
Di dalam bahasa Indonesia, mahardika berarti berilmu, cerdik, pandai, bijak, berbudi, luhur, dan bersifat bangsawan. Sementara bentuk Sanskerta maharddhika, memiliki medan makna yang berhubungan dengan kemakmuran, kekayaan, kemampuan, kebijaksanaan, atau keberdayaan.
Jejak tersebut menabalkan gagasan tentang kemerdekaan pada mulanya tidak semata-mata berarti bebas dari penjajahan. Ia juga berkaitan dengan kualitas manusia yang mampu berdiri dengan martabatnya sendiri. Di sinilah menariknya, memahami kemerdekaan melalui kata mahardika.
Selama ini, kita cenderung memahami merdeka sebagai keadaan politik. Bebas dari penjajahan, memiliki negara sendiri, memiliki pemerintahan sendiri, dan menentukan arah masa depan sendiri. Semua itu benar.
Tetapi, bila ditarik lebih jauh ke akar katanya, kemerdekaan, justru mengandung dimensi yang lebih dalam. Kemerdekaan sebagai kualitas manusia.
Orang yang mahardika bukan sekadar orang yang memiliki banyak harta. Ia merupakan orang yang memiliki pengetahuan, kebijaksanaan, kemampuan mengendalikan diri, serta keluhuran budi.
Kekayaan dalam pengertian ini bukan hanya kekayaan material. Ada kekayaan ilmu, kekayaan pengalaman, kekayaan jiwa, dan kekayaan moral. Seseorang dapat memiliki rumah besar, jabatan tinggi, kendaraan mewah, bahkan kekuasaan, tetapi belum tentu menjadi manusia yang mahardika.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar