Sejarah Orang Arab di Ternate

Jainul Yusup

Mereka aktif dalam organisasi seperti Al-Irsyad dan Alkhairat yang menyuarakan pembaruan pemikiran Islam, fokus pada pendidikan untuk kemandirian bangsa.

Di Ternate, semangat ini berpadu dengan loyalitas mereka terhadap Kesultanan Ternate yang seringkali menjadi simbol perlawanan terhadap otoritas Belanda.

Sejarah orang Arab di Ternate adalah kisah tentang pertemuan dua peradaban yang saling memperkaya. Mereka datang bukan sebagai penakluk, melainkan sebagai saudara seiman dan mitra dagang.

Warisan mereka tidak hanya tertulis dalam naskah-naskah kuno kesultanan, tetapi juga berdenyut dalam doa-doa di Masjid Sultan, dalam transaksi di pasar-pasar, dan dalam garis wajah masyarakat Ternate modern.

Hari ini, komunitas Arab di Ternate telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kemajemukan Maluku Utara. Mereka adalah bukti bahwa identitas lokal Ternate adalah identitas yang terbuka, mampu menyerap unsur-unsur global (Arab) dan menjadikannya energi baru untuk memperkokoh jati diri daerah.

Sejarah ini mengajarkan kita bahwa keragaman bukanlah pemecah, melainkan benang-benang yang menenun kebesaran sebuah bangsa.

Menurut sumber dan beberapa orang yang penulis wawancarai, menyebutkan bahwa kampung orang Arab ada di sebelah selatan benteng oranye, dan sebahagian di Tabahawa, tapi ada juga menyebutkan bahwa orang Arab juga ada di kampung Falajawa satu, dua dan tiga (belakang kantor dukcapil)

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...