Bangsawan Berpikir

Karena jika para intelektual akhirnya larut dalam pragmatisme yang sama dengan para oportunis kekuasaan, maka republik ini bukan hanya kehilangan bangsawan darah. Ia juga kehilangan bangsawan pikiran.
Dan ketika bangsa kehilangan bangsawan pikiran, yang tersisa hanyalah kekuasaan tanpa kebijaksanaan.
Disclaimer: Tulisan ini bukan glorifikasi terhadap HMI sebagai organisasi.
HMI hanya dijadikan contoh bagaimana ruang kaderisasi mahasiswa dapat melahirkan tradisi berpikir dalam kehidupan publik Indonesia.
Pada saat yang sama, kritik terhadap praktik pragmatisme kekuasaan juga berlaku bagi siapa pun, termasuk bagi mereka yang pernah ditempa dalam ruang-ruang kaderisasi tersebut. (*)


Komentar