Bangsawan Berpikir

emikiran seperti ini tidak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari tradisi diskusi panjang yang sejak lama hidup di lingkungan kaderisasi HMI.
Selain Cak Nur, banyak tokoh nasional lain juga pernah melalui proses kaderisasi organisasi ini. Beberapa kemudian menjadi akademisi, sebagian menjadi pemimpin politik, sebagian lagi menjadi aktivis sosial yang bekerja di berbagai ruang masyarakat.
Artinya, kaderisasi HMI sebenarnya tidak hanya menghasilkan satu jenis manusia, Ia menghasilkan banyak kemungkinan.
Ada yang menjadi pemimpin politik, ada yang menjadi birokrat, ada juga yang tetap bergerak di dunia akademik. Tetapi mereka memiliki satu kesamaan, pernah ditempa dalam ruang yang mendorong mereka untuk berpikir tentang ummat dan bangsa.
Di sinilah letak pentingnya tradisi kaderisasi tersebut. Ia tidak sekadar mencetak jaringan alumni. Ia membentuk cara berpikir.
Dan jika republik ini membutuhkan aristokrasi baru yang lahir dari pikiran bukan dari darah maka ruang-ruang kaderisasi seperti itulah yang sebenarnya HMI sedang membangunnya.
Perlahan, dari forum diskusi kecil di kampus-kampus, lahir generasi yang kelak mengambil peran dalam kehidupan publik. Mereka mungkin datang dari keluarga biasa.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar