Bangsawan Berpikir

Rizky Ramli

HMI adalah salah satu ruang yang sejak lama memainkan peran penting dalam proses pembentukan itu. Di ruang kaderisasi itulah, banyak mahasiswa belajar, mempelajari gagasan besar dalam sejarah pemikiran manusia, dan perlahan membentuk cara pandang kritis terhadap kehidupan bangsa.

Jika proses itu berjalan dengan baik, maka kaderisasi tidak sekadar menghasilkan aktivis organisasi. Ia melahirkan sesuatu yang lebih penting, yakni Manusia yang berpikir. dari manusia-manusia berpikir itulah lahir apa yang bisa disebut sebagai bangsawan baru dalam republik, yakni bangsawan Berpikir.

HMI dan Tradisi Melahirkan “Bangsawan Berpikir”

Ketika Ayahanda Lafran Pane mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta, Indonesia masih berada dalam situasi yang belum stabil.

Negara baru saja memproklamasikan kemerdekaannya dua tahun sebelumnya, tetapi masa depan republik belum benar-benar jelas. Agresi militer Belanda masih berlangsung, kondisi ekonomi tidak stabil, dan fondasi kehidupan bernegara masih terus dibangun.

Dalam situasi seperti itu, para mahasiswa yang terlibat dalam pendirian HMI menyadari satu hal penting, kemerdekaan tidak cukup hanya dipertahankan dengan senjata. Ia juga harus dijaga dengan pikiran.

Negara yang baru lahir membutuhkan generasi intelektual yang mampu memikirkan arah masa depannya. Ia membutuhkan orang-orang yang tidak hanya berani bergerak di jalanan, tetapi juga mampu membaca persoalan bangsa secara lebih luas dan mendalam.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Komentar

Loading...