Bangsawan Berpikir

Bangsawan tidak lagi Soal Keturunan
Dalam sejarah panjang peradaban manusia, istilah bangsawan hampir selalu berkaitan dengan garis keturunan. Di banyak kerajaan di dunia, baik di Eropa, Timur Tengah, maupun Asia, status bangsawan diwariskan melalui darah.
Seseorang menjadi bangsawan bukan karena apa yang ia lakukan, tetapi karena dari keluarga mana ia dilahirkan.
Anak raja akan tetap menjadi bangsawan, bahkan jika ia tidak memiliki kemampuan khusus. Sebaliknya, orang yang sangat cerdas sekalipun tetap dianggap rakyat biasa jika ia tidak lahir dari keluarga elite.
Sistem seperti ini bertahan sangat lama dalam sejarah manusia. Ia membentuk struktur sosial yang relatif tertutup, di mana mobilitas sosial sangat terbatas.
Kekuasaan berputar di lingkaran keluarga yang sama, sementara masyarakat luas hanya menjadi penonton dari struktur kekuasaan tersebut.
Modernitas perlahan mengubah keadaan itu, perkembangan pendidikan, lahirnya universitas, serta semakin terbukanya ruang publik membuat status sosial tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh keturunan.
Orang-orang dari latar belakang sederhana dapat memperoleh posisi penting melalui pendidikan dan kemampuan intelektual.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar