Indonesia dan Rusia Sepakati Proyek PLTN Terapung 200 MW
Malut Jadi yang Pertama di Dunia

“Proyek berkapasitas 200 MW itu diharapkan dapat mendukung kemandirian energi Indonesia serta mendorong pembangunan di Maluku Utara dan kawasan Indonesia Timur,”
H Romo Nitiyudo Wachjo
Investor PT Pembangkit Listrik Nuklir
Jakarta, malutpost.com — Langkah bersejarah dalam transisi energi nasional kembali tercipta. Indonesia dan Rusia resmi menyepakati kerja sama proyek pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terapung untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah Maluku Utara (Malut).
Kesepakatan bersejarah ini ditandatangani di sela-sela ajang Pekan Energi Rusia (Russian Energy Week) di Moskow pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 19 Oktober 2026
Kerja sama ini melibatkan perusahaan energi nuklir asal Rusia, Rosatom, dan perusahaan nasional Indonesia, PT Pembangkit Listrik Nuklir. Proyek ini tercatat sebagai proyek ekspor pertama di dunia untuk pasokan listrik dari unit pembangkit listrik terapung bertenaga nuklir.
Pengerahan Reaktor Nuklir Terapung FPU-100 di Halmahera Utara
Dalam proyek bernilai strategis ini, Rosatom akan mengerahkan dua unit Floating Power Unit (FPU) jenis FPU-100 dengan total kapasitas gabungan sebesar 200 megawatt (MW). Pasokan listrik bersih tersebut dialokasikan untuk menyokong kebutuhan energi di kawasan utara Pulau Halmahera, Maluku Utara.
Setiap unit FPU-100 dilengkapi dengan sistem reaktor seri RITM (RITM-200M) yang disesuaikan khusus untuk beroperasi di iklim hangat. Reaktor ini merupakan teknologi teruji yang sebelumnya dioperasikan pada kapal pemecah es bertenaga nuklir milik Rusia.
“Rosatom siap menawarkan solusi teknologi paling maju dan teruji yang tersedia di pasar global. Kami membahas lebih dari sekadar pasokan listrik. Kami sedang meletakkan fondasi bagi kemitraan jangka panjang,” kata Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev, dalam keterangan di siaran pers Atom Media pada Jumat (16/10).
Likhachev menambahkan bahwa proyek ini membuktikan peran penting sektor swasta dalam memprakarsai pembangunan infrastruktur nuklir dengan dukungan penuh dari pemerintah kedua negara.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar