Indonesia dan Rusia Sepakati Proyek PLTN Terapung 200 MW

Malut Jadi yang Pertama di Dunia

Perusahaan Negara Rosatom dan PT Pembangkit Listrik Nuklir Indonesia telah menandatangani perjanjian untuk memasok listrik kepada konsumen di wilayah Maluku Utara (Indonesia bagian timur) menggunakan unit pembangkit listrik tenaga nuklir terapung.
Perusahaan Negara Rosatom dan PT Pembangkit Listrik Nuklir Indonesia telah menandatangani perjanjian untuk memasok listrik kepada konsumen di wilayah Maluku Utara (Indonesia bagian timur) menggunakan unit pembangkit listrik tenaga nuklir terapung.

Peta Jalan Kerja Sama Energi Nuklir Indonesia-Rusia

Kerja sama antara Indonesia dan Rusia di bidang energi nuklir telah melalui penjajakan yang panjang. Ketertarikan Indonesia telah dirintis sejak Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Kremlin untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada 31 Juli 2024.

Selanjutnya, pada Mei 2026, Dirjen Rosatom Alexey Likhachev bertemu langsung dengan Presiden Prabowo untuk mematangkan pemanfaatan teknologi nuklir secara damai.

Rosatom mengusulkan strategi pengembangan energi nuklir di Indonesia dalam dua tahap utama: Tahap pertama, pengerahan pembangkit nuklir terapung berskala kecil (FPU) untuk pulau-pulau terluar dan kawasan pesisir dan
tahap kedua, pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di darat (onshore) dengan reaktor berkapasitas besar.

Melalui terobosan teknologi PLTN terapung ini, kerja sama strategis dengan Rusia diharapkan mampu menjamin pemerataan akses listrik yang andal dan ramah lingkungan di kawasan Indonesia timur sekaligus mempercepat target net-zero emission. (net/rul)

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...