Mencari Keadilan Melalui Tagar(#): Perlawanan Publik di Era Digital

Tagar sebagai Ruang Publik Digital
Komunikasi kontemporer ditandai oleh pergeseran dari pola komunikasi satu arah menuju komunikasi berjaringan. Masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima informasi, tetapi sekaligus berperan sebagai produsen, penyebar, penafsir, dan pengoreksi pesan.
Melalui media sosial, publik dapat membangun agenda pembicaraan dari bawah tanpa sepenuhnya bergantung pada media massa dan institusi formal.
Dalam perspektif koomunikasi politik, tagar bekerja sebagai ”bingkai pesan”. Sebuah frase pendek dapat merangkum masalah, pihak yang dianggap bertanggung jawab, dan tuntutan perubahan, karena singkat dan mudah diingat. Tagar dapat menyederhanakan persoalan politik yang rumit menjadi pesan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ketika ribuan pengguna mengulang tagar yang sama, suatu isu dapat memperoleh visibilitas tinggi, dibicarakan media, dan mendorong institusi memberikan tanggapan. Aktivisme tagar memperlihatkan pola connective action, yaitu tindakan bersama yang dibentuk melalui hubungan digital dan partisipasi personal.
Menurut W. Lance Bennett dan Alexandra Segerberg, dalam connective action, komunikasi bukan hanya alat menyampaikan gerakan, tetapi juga menjadi proses yang mengorganisasikan gerakan tersebut.
Seseorang tidak harus menjadi anggota organisasi formal untuk terlibat dalam gerakan. Ia dapat berpartisipasi dengan membagikan pengalaman, informasi, dokumentasi, atau pandangan pribadi.
Dalam kajian aktivisme tagar, Guobin Yang, melalui artikelnya tahun 2016 berjudul “Narrative Agency in Hastag Activism: The Case of #BlackLivesMatter”, menjelaskan bahwa aktivisme tagar terjadi ketika banyak unggahan di media sosial menggunakan kata, frasa, atau kalimat bertagar yang sama untuk menyampaikan suatu persoalan sosial.
Guobin menekankan bahwa kekuatan tagar terletak pada kemampuan menciptakan narrative agency atau agensi naratif. Masyarakat tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga ikut menentukan bagaimana sebuah peristiwa harus diceritakan dan dipahami.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar