Sekolah Rakyat di Kukumutuk, Halmahera Utara Segera Beroperasi, Pemprov Malut Pastikan Kesiapan

Sofifi, malutpost.com -- Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam memastikan pembangunan dan kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Desa Kukumutuk, Kabupaten Halmahera Utara, berjalan sesuai standar dan dapat segera dimanfaatkan.
Penegasan itu disampaikan Sarbin saat meninjau langsung fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana pendidikan benar-benar siap digunakan sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) perdana.
Sarbin mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang harus mendapat dukungan serius dari pemerintah daerah.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan yang layak dan merata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Sekolah Rakyat merupakan komitmen pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto yang selaras dengan komitmen Ibu Gubernur untuk memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak,” kata Sarbi, Selasa (15/9/2026).
Ia menegaskan, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia di Maluku Utara.
Program tersebut, kata Sarbin, sejalan dengan visi dan misi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah harus memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Sarbin mengecek langsung sejumlah fasilitas utama SRT 1. Mulai dari ruang kelas, asrama, toilet, hingga jaringan pendukung digital.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Elvis Awa, mengatakan keberadaan SRT 1 merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pemerataan akses pendidikan, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.
“ Saat ini sudah ada 45 siswa SD yang melakukan kegiatan belajar. Nantinya Sekolah Rakyat 1 akan menampung 270 siswa dan 75 orang tenaga pendidik,” jelas Elvis.
Ia menambahkan, pelaksanaan MPLS perdana di SRT 1 dijadwalkan pada 22 September 2026. Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum awal beroperasinya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan semua aspek dapat langsung difungsikan pada MPLS nanti dengan aman dan nyaman bagi para siswa,” ungkap Sarbin.
Pmbangunan fasilitas kata Sarbin, pendidikan harus dibarengi dengan kesiapan layanan dan tenaga pendidik sehingga program tersebut tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub Sarbin Sehe didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Maluku Utara, serta Plt. Kepala Dinas Sosial Maluku Utara. (nar)



Komentar