(Catatan Sepak Bola)

Jerman: Raksasa Eropa yang Terluka

Hudan Irsyadi

Kekalahan dari negara Asia, Korea Selatan dan Jepang menjadi catatan kelam dari timnas Jerman yang dikenal tangguh dan efisiensi di lapangan hijau. Jerman tidak lagi ditakuti sebagai tim raksasa.

Jerman yang dulunya ditakuti tim-tim besar, kini dianggap sebagai tim semenjana, kelas dua. Permainan Jerman dianggap telah kehilangan identitasnya.

Tim yang pernah dijuluki sebagai tim diesel, lambat panas tapi mematikan, yang kala itu banyak pelatih tim-tim besar berucap bahwa jangan biarkan tim Panzer mendapatkan irama bermainnya, karena kita tidak akan bisa mengalahkan atau menghentikan mereka. Permainan tim Jerman dikenal efisiensi dalam bermain, transisi cepat dan tendangan jarak jauh yang mematikan.

Menatap Piala dunia 2026

Piala dunia 2026, Jerman hadir dengan status juara grup dalam kualifikasi zona Eropa. Kegagalan tersingkir dua kali berturut-turut pada piala dunia sebelumnya setidaknya menjadi catatan dan perhatian serius bagi pelatih, pemain maupun ofisial tim agar tidak terulang kembali.

Kini, harapan masyarakat Jerman dan pendukungnya berada pada tangan dingin pelatih muda Jerman, Julian Nageslmann. Pelatih yang bersinar bersama klub Bundesliga RB Leipzig ini, diharapkan mampu membawa kembali kedigdayaan Jerman dengan capaian tertinggi, juara.

Luka atas kegagalan di piala dunia sebelumnya masih membekas, Jerman tidak lagi dianggap setara dengan tim-tim besar lainnya. Jerman yang dikenal sebagai tim spesialis turnamen pun tidak lagi spesial.

Sejak ditunjuk menjadi pelatih Jerman di tahun 2023, banyak perubahan yang telah ia lakukan. Tercatat sampai dengan saat ini Nagelsmann telah memanggil dan menggunakan 76 pemain. Rerata pemain-pemain yang dipanggil tergolong usia muda.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...