(Catatan Sepak Bola)

Jerman: Raksasa Eropa yang Terluka

Hudan Irsyadi

Raksasa yang Terluka

Pasca kegagalan beruntun di dua edisi piala dunia (94 dan 98), pada tahun 2000 federasi sepak bola Jerman, Deutscher Futball Bund (DFB) mulai berbenah dan mengevaluasi sistem pengelolaan sepak bola di negerinya.

Kebijakan membatasi pemain asing – non uni Eropa – disetiap klub divisi satu dan dua Bundesliga (liga Jerman) diterapkan. Hal tersebut guna memberikan kesempatan bermain buat para pemain muda Jerman di klub-klub Bundesliga.

Alhasil, pengaturan dan peraturan tersebut mulai berdampak baik buat timnas Jerman. Piala dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang memberikan hasil di luar dugaan para pengamat bola dunia. Jerman datang dengan predikat non unggulan berhasil melaju sampai di final.

Michael Ballack menjadi dirigen utama tim Panzer. Permainan yang lugas dan tanpa kompromi menjadi ciri khasnya. Pada waktu itu, bisa dibilang bahwa peran Ballack dalam mengangkat permainan tim Panzer sangatlah besar.

Namun, sangat disayangkan di partai final melawan Brazil, Michael Ballack tidak diturunkan akibat akumulasi kartu kuning yang ia dapatkan dipartai semifinal melawan Korea Selatan.

anpa Ballack, Jerman pun kalah dari Brazil dengan pemain fenomenalnya, Ronaldo Luis Nazario de Lima. Brazil pun mengunci gelar juara yang ke lima kalinya.

Piala Dunia 2006, Jerman adalah tuan rumah perhelatan akbar sepak bola dunia. Masyarakat Jerman dan seluruh tifosi menaruh harapan yang besar. Waktu itu Jerman dilatih oleh salah satu legendanya, Jurgen Klismann. Komposisi pemain pun banyak yang berubah pasca piala dunia 2002.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...