(Catatan Sepak Bola)

Jerman: Raksasa Eropa yang Terluka

Hudan Irsyadi

Namun menjelang diumumkannya skuad Jerman di Piala dunia 2026, keputusan berani Nagelsmann adalah memanggil kembali Manuel Neuer untuk bergabung ke dalam 26 pemain yang dibawa ke Amerika, Kanada dan Meksiko. Skuad Jerman kali ini berasa begitu bergairah.

Kombinasi pemain tua dan muda menjadi pilihan yang menjanjikan bagi pelatih. Deretan pemain muda dipimpin oleh Florian Wirtz dan Jamal Musiala. Kedua pemain ini berkembang dan sudah menjadi pemain kunci bagi tim Panzer.

Belum lagi kehadiran gelandang muda berbakat Aleksandar Pavlovic yang mampu mengawal dan menyeimbangkan lini tengah tim Jerman dari gempuran tim lawan.

Di lini belakang, Jerman memiliki bek tangguh masa depan yang ada dalam diri, Nico Schlotterbeck dan Malik Thiaw. Mungkin sedikit masalah terdapat di lini depan tim Jerman yang sejauh ini kesulitan mencari striker murni tipikal naluri pembunuh di kotak pinalti seperti Miroslav Klose.

Nick Woltemade yang digadang-gadang sebagai penerus Klose belum mampu memberikan ekspektasi sebagai striker murni. Namun Juna (Julian Nageslmann) meyakini bahwa tim Panzer dapat berbicara banyak pada kontestasi sepak bola paling akbar itu dengan kedalaman materi pemainnya.

Kali ini Jerman datang ke piala dunia hanya ingin menghapus luka sebagai tim raksasa yang punya catatan kelam di dua episode piala dunia sebelumnya.

Deutscland Uber Alles atau Jerman di atas segalanya yang selalu mengiringi setiap tim Panzer memulai pertandingan, secara konotasi merupakan pelecut semangat kekolektivan yang berimplikasi pada permainan dari tim Panzer.

Juna harus membuktikan bahwa ditangan dinginnya sebagai pelatih muda, ia dapat membangkitkan semangat militansi, pantang menyeraah sampai peluit akhir berbunyi bagi tim Panzer. Filosofi ini yang dalam satu dekade terakhir telah hilang dari Tim Jerman.

Jika Jerman ingin benar-benar bangkit di piala dunia 2026, maka filosofi sepak bolanya tidak boleh dikesampingkan. Luka atas kegagalan sebelumnya tak lebih dari sekadar cerita perjalanan tim Jerman.

Juna tahu apa yang dia perbuat nanti di Amerika, Kanada dan Meksiko, guna menjawab Jerman sebagai raksasa Eropa yang tidak lagi terluka. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...