Anomali Pertumbuhan Ekonomi Malut

Amran Husen

Oleh: Amran Husen
(Dosen FEB. Unkhair Ternate)

Ditengah pertumbuhan ekonomi yang menjulang tinggi melampau batas logika ekonomi Keynesian, karena Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 32,09 persen pada kuartal II tahun 2025 dan tercatat sebagai yang tertinggi di seluruh Indonesia.

Logika ekonomi Keynesian untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi dan pengangguran rendah adalah dengan meningkatkan permintaan agregat melalui intervensi pemerintah.

Pemerintah akan menstimulasi ekonomi dengan kebijakan fiskal ekspansif (peningkatan pengeluaran publik dan pemotongan pajak) dan kebijakan moneter agar terjadi peningkatan permintaan barang dan jasa, sehingga mendorong produksi, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi pengangguran.

Fakta empiris menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Maluku Utara tahun 2024 meningkat dari 27,86 ribu,  menjadi 29,53 ribu orang tahun 2025.

Atau dari 4,16 persen 2024, menjadi 4,26 persen pada tahun 2025.(BPS, Malut, 2025).Pada Maret 2024, angka kemiskinan di Maluku Utara tercatat sebesar 6,32%, atau setara dengan 83.090 orang.

Dan pada Maret 2025 tercatat sebesar  5,95%, atau turun 0,67% yang setara dengan 77,27 ribu orang. Angka stunting di Maluku Utara masih di atas rata-rata nasional tahun 2024  21,07%  masih diatas nasional 19,8%.

Angka Putus Sekolah Pasca-SMP: Sekitar 76% lulusan SMP melanjutkan ke jenjang SMA/SMK, menunjukkan 24% lulusan SMP tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya. Tingkat SD:  Terdapat 695 anak putus sekolah di jenjang SD di Maluku Utara pada tahun 2024.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...