(Realitas Proyek Konstruksi Maluku Utara)
Bila Ilmu Mengalah pada Kegaduhan Opini

3. Bahaya Normalized Deviance akibat Pembungkaman Kebenaran
Diane Vaughan memperkenalkan konsep Normalization of Deviance, yaitu kondisi ketika penyimpangan dari standar yang semestinya perlahan dianggap wajar karena terus berlangsung tanpa koreksi yang memadai.
Dalam konteks pembangunan, ketika para praktisi dan akademisi memilih diam terhadap distorsi narasi publik, ruang koreksi ilmiah menjadi semakin sempit dan standar teknis berisiko mengalami erosi secara perlahan.
Pada akhirnya, kebenaran ilmiah yang tidak disuarakan kehilangan ruang untuk membimbing opini publik, sementara argumen yang paling keras dan populis dapat keliru dipersepsikan sebagai tolok ukur yang sah dalam menilai persoalan konstruksi.
Di sinilah diamnya komunitas keilmuan bukan lagi sekadar persoalan komunikasi, tetapi dapat menjadi awal dari normalisasi kekeliruan dalam pengambilan keputusan pembangunan.
Impact dan Kerusakan Sistemik: Dari Psikologi hingga Kualitas Infrastruktur
Akumulasi intervensi opini yang tidak ditopang kompetensi teknis, ditambah dengan diamnya komunitas ahli, pada akhirnya tidak lagi sekadar melahirkan perbedaan pandangan, tetapi dapat berkembang menjadi kerusakan sistemik yang bergerak seperti efek domino dalam ekosistem pembangunan.
Pada tingkat birokrasi, PPK dan Satker teknis berpotensi menghadapi tekanan psikologis, krisis kepercayaan diri, dan kehati-hatian administratif yang berlebihan dalam mengambil keputusan.
Kondisi ini dapat menggeser diskresi profesional yang semestinya digunakan untuk menyelesaikan persoalan teknis di lapangan menjadi sikap defensif yang lebih berorientasi pada keamanan administratif dan kelengkapan dokumen.
Ketika keberanian mengambil keputusan berbasis ilmu perlahan digantikan oleh ketakutan terhadap penilaian publik, proses pembangunan berisiko kehilangan salah satu fondasi terpentingnya: kepercayaan terhadap kompetensi dan tanggung jawab profesional.
Baca Halaman Selanjutnya..

Komentar