Hijrah Rasul, dari Sejarah ke Aktualisasi Nilai-nilai Kehidupan

Usman Muhammad

Oleh: Usman Muhammad, SH. M.Pd.I
(Ketua Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia/PARMUSI Maluku Utara)

Tidak terasa kini kita sudah berada di bulan Muharram tahun 1448H, Suatu hal yang perlu disadari oleh setiap umat Islam bahwa tahun Hijriyah bukan sekedar penanda perpindahan waktu, melainkan sebagai sebuah symbol perubahan peradaban.

Tulisan sederhana ini membahas secara singkat hakikat hijrah Rasulullah SAW, latar belakang historisnya, maupun makna spiritual dan sosial yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan modern.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Jumat, 19 Juni 2026

Dengan merujuk kepada pandangn para ulama, baik ulama klasik maupun ulama kontemporer. Melalui tulisan ini juga penulis mengajak umat Islam untuk merefleksikan serta mengimplementasikan semangat hijrah dalam berbagai aspek kehidupan.

Hijrah Rasulullah SAW, dari Makkah ke Madinah bukan sekedar perpindahana dari satu kota ke kota lain, atau dengan istilah perpindahan secara geografis saja, melainkan momentum transformasi besar dalam sejarah Islam.

Bermula dari peristiwa Hijrah Rasulullah SAW inilah perhitungan kalender Hijriyah dimulai. Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallah ‘Anhu menetapkan peristiwa Hijrah Rasul sebagai titik awal penanggalan Islam.

Karena peristiwa Hijrah mencerminkan perpindahan dari keterpurukan menuju kebangkitan, maupun dari penindasan kepada kebebasan menjalankan syariat Agama Islam.

Keputusan Rasulullah SAW, untuk berhijrah adalah merupakan sebuah tindakan yang sangat strategis untuk menyelamatkan dakwah dan membentuk Masyarakat Islam yang berdaulat.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...