Hijrah Rasul, dari Sejarah ke Aktualisasi Nilai-nilai Kehidupan

Usman Muhammad

Allah SWT, mengingatkan kita dengan firman-Nya yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuanmu itu.” (Qs. Al-Hujurat: 6).

Hikmah Hijrah

Tujuan utama dari perayaan Hijrah Rasul tidak mungkin dicapai kalau peristiwa itu hanya difahami sebagai suatu perpindahan fisik Nabi Muhammad SAW, bersama para sahabat dari Makkah ke Madinah.

Akan tetapi dengan mengungkapkan aspek historisnya secara objektif, pasti akan membuahkan sejumlah hikmah kehidupan dalam membangun peradaban komunitas Muslim. Hikmah-hikmah dimaksud antara lain sebagai berikut:

Mendapat Rahmat dan ampunan Allah secara sempurna. Sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, merekalah yang mengharapkan Rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. Al-Baqarah: 218).

Hijrah dari kekufuran, yang didasari iman yang benar kepada Allah, akan diberi kelapangan dan rezki. Firman Allah: “Dan barangsiapa yang berhijrah pada jalan Allah, niscaya mereka mendapati di bumi ini tempat yang luas dan rezki yang banyak…” (Qs. An-Nisa:100).

Mendapat rezki dunia dan akhirat. Allah berfirman: “Orang-orang yang berhijrah di jalan Allah kemudian mereka di bunuh atau mati, maka Allah pasti akan memberikan rezki yang baik.” (Qs. Al-Hajj:58).

Untuk membela dan menegakkan nilai-nilai tauhid kepada Allah, serta membersihkan dunia dari kejahatan dan kezaliman, sekaligus sebagai awal kebangkitan Islam dan kaum Muslimin. Mendidik umat Islam bahwa untuk mencapai suatu kesuksesan memerlukan pengorbanan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...