Hijrah Rasul, dari Sejarah ke Aktualisasi Nilai-nilai Kehidupan

Usman Muhammad

Ibnu Katsir dalam kitan Al-Bidayah wa An-Nihayah menjelaskan bahwa: “Hijrah Adalah tonggak awal terbentuknya negara Islam yang berdasarkan Wahyu, bukan ssstem kabilah.”

Sedangkan Imam Al-Ghazali dalam kitabnya yang sangat terkenal Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa: “Hijrah adalah berpindah dari kondisi batin yang tercela menuju kondisi batin yang diridhai Allah SWT.”

Sedangkan menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab; “Hijrah adalah simbol perubahan besar dan komprehensif. Selanjutnya ia mengatakan; Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah cara pandang, sikap dan orientasi hidup.”

Memahami Hakikat Tahun Hijriah

Hijrah secara spiritual mengandung makna sebagai perjalanan jiwa menuju ketaatan dan dan hidayah Allah, hal ini mencakup hijrah dari kesyirikan ke tauhidan dan dari kemaksiatan ke ketaatan.

Menurut Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitab Madarijus Salikin, menjelaskan bahwa: “Orang yang berhijrah kepada Allah adalah orang yang senantiasa memperbaiki jiwanya dari kesesatan duniawi.”

Setelah Hijrah, Rasulullah SAW, membangun masyarakat yang berdasarkan persaudaraan (ukhuwah), toleransi serta keadilan. Nilai-nilai tersebut semuanya mewarnai isi dari Piagam Madinah yang terkenal dalam sejarah sebagai konstitusi tertulis pertama.

Rasulullah SAW, mempersaudaraakan kaum Muhajirin dan Anshar sebagai fondasi kohesi sosial. Menurut Dr. Yusuf Qardawi, ukhuwah ini adalah hasil konkret dari Hijrah yang harus dihidupkan di zaman modern dalam bentuk solidaritas sosial.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...