Terjajah Infrastruktur: Catatan Pendidikan untuk Pemda Halut

Iwan Imam

Anak-anak di desa tidak membutuhkan belas kasihan. Mereka hanya membutuhkan kesempatan yang adil dan perhatian yang nyata agar mimpi mereka tidak kandas akibat keterbatasan yang seharusnya dapat diatasi bersama.

Memang, posisi Halmahera Utara sebagai daerah kepulauan dengan kondisi geografis yang sulit menjadi tantangan tersendiri. Tingginya biaya logistik dan sulitnya akses sering dijadikan alasan keterlambatan pembangunan fasilitas pendidikan.

Namun, kondisi itu tidak boleh menjadi pembenaran untuk mengabaikan hak dasar anak memperoleh pendidikan yang layak. Mereka tidak meminta kemewahan. Mereka hanya membutuhkan ruang belajar yang aman, meja untuk menulis, dan buku untuk membaca.

Keterbatasan pendidikan di pelosok desa sejatinya sedang menguji keseriusan pemerintah daerah maupun pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mewujudkan pemerataan pendidikan.

Jika persoalan ini terus dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan anak-anak desa, melainkan juga keadilan pendidikan di Indonesia.

Karena itu, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Pertama, pemerintah harus melakukan pemetaan kebutuhan secara akurat untuk mengetahui secara detail kekurangan fasilitas di setiap sekolah, mulai dari meja, kursi, hingga buku pelajaran.

Kedua, pengalokasian anggaran pendidikan harus benar-benar tepat sasaran agar bantuan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...