Kartini Hari Ini: Merdeka atau Sekadar Tampak Bebas?

Nursafitri Hi. Ahmad

Oleh: Nursafitri Hi. Ahmad
(Kader KOHATI HMI komisariat FKIP)

Nama Raden Ajeng Kartini selalu hadir setiap April sebagai simbol perjuangan perempuan Indonesia. Ia dikenang karena gagasannya tentang pendidikan dan kebebasan berpikir di tengah keterbatasan zamannya.

Namun, di tengah perayaan yang terus berulang, muncul pertanyaan yang jarang dijawab secara jujur: apakah perempuan hari ini benar-benar telah merdeka?

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Kamis, 23 April 2026

Secara kasat mata, kemajuan perempuan tidak bisa disangkal. Akses pendidikan semakin terbuka, partisipasi perempuan di ruang publik meningkat, dan kesempatan untuk berkarir semakin luas.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi pendidikan perempuan dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, kemajuan ini tidak selalu berbanding lurus dengan kebebasan yang sesungguhnya. Dalam dunia kerja, perempuan masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari kesenjangan upah hingga keterbatasan akses pada posisi strategis.

Sementara itu, laporan Komnas Perempuan terus mencatat tingginya angka kekerasan berbasis gender. Fakta ini menunjukkan bahwa persoalan perempuan hari ini tidak hanya soal akses, tetapi juga tentang keamanan, pengakuan, dan keadilan.

Di sisi lain, tantangan baru muncul dari ruang yang tampak paling bebas: dunia digital. Media sosial memberikan ruang bagi perempuan untuk berekspresi, tetapi pada saat yang sama menciptakan tekanan yang tidak kalah kuat.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...