Kartini Hari Ini: Merdeka atau Sekadar Tampak Bebas?

Nursafitri Hi. Ahmad

Inilah bentuk pengekangan modern yang paling sulit dilawan, karena ia tidak selalu terlihat sebagai penindasan. Perjuangan Kartini pada masanya adalah tentang membuka akses terhadap pendidikan dan kebebasan berpikir.

Hari ini, akses itu relatif lebih terbuka, tetapi kebebasan berpikir justru menghadapi tantangan baru: arus informasi yang masif, tekanan sosial yang kuat, dan standar yang terus berubah.

Karena itu, relevansi Kartini terletak pada keberanian untuk berpikir mandiri, bukan sekadar mengikuti arus. Jika pada masa Kartini perempuan berjuang untuk mendapatkan akses terhadap pendidikan.

Maka perempuan hari ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks: mempertahankan otonomi di tengah tekanan sosial yang semakin halus.

Perjuangan tidak lagi selalu terlihat dalam bentuk perlawanan terbuka, tetapi hadir dalam kesadaran untuk berpikir kritis dan menentukan pilihan secara mandiri.

Hari Kartini seharusnya tidak hanya menjadi perayaan simbolik. Ia perlu dimaknai sebagai momentum refleksi bahwa emansipasi belum selesai, melainkan terus berkembang mengikuti zaman.

Kebebasan perempuan tidak cukup diukur dari kesempatan yang tersedia, tetapi juga dari sejauh mana perempuan memiliki kendali atas dirinya sendiri.

Selamat Hari Kartini untuk perempuan yang terus berusaha menjadi dirinya sendiri di tengah tuntutan yang sering kali tidak adil. Perjuangan hari ini mungkin tidak selalu terlihat, tetapi tetap nyata, dan tetap penting untuk dilanjutkan. (*)

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...