Menyusun RPJMD Malut, Strategi Pembangunan Berbasis Kepulauan

Lima Rute Strategis Menuju RPJMD Khas Kepulauan
Lantas, bagaimana seharusnya RPJMD Maluku Utara disusun agar tidak mengulang kegagalan masa lalu?
1. Gunakan Pendekatan Klaster Pulau: Alih-alih membagi program berdasarkan administrasi semata, susunlah berdasarkan klaster geografis: (a) Pulau utama sebagai pusat layanan, (b) Pulau penyangga sebagai logistik dan distribusi, (c) Pulau konservasi dan wisata berbasis masyarakat.
2. Indikator Aksesibilitas dan Disparitas: Ukurlah waktu tempuh layanan dasar, jumlah kapal layanan yang menjangkau pulau, hingga rasio pembangunan antara pesisir dan daratan. Karena angka rata-rata sering menipu. Di balik capaian tinggi provinsi, bisa jadi ada pulau yang bahkan belum tersentuh listrik.
3. Layanan Bergerak dan Digitalisasi Pulau Kecil: Sekolah keliling, Kapal Posyandu, Perpustakaan Terapung, dan jaringan internet satelit harus jadi bagian dari RPJMD. Ini bukan utopia, ini keharusan jika kita ingin keadilan hadir.
4. Perencanaan Spasial Berbasis Data: Gunakan dashboard spasial dan survei berbasis lokasi untuk mengidentifikasi wilayah prioritas. Hindari bias sektoral, dan pastikan keadilan distribusi hadir di semua pulau, bukan hanya pusat.
5. Libatkan Komunitas Pulau dari Awal: Musrenbang tak boleh hanya jadi acara seremoni di kabupaten. Diskusi harus turun hingga dusun pesisir. Karena suara paling otentik sering datang dari mereka yang paling jarang dilibatkan.
Menutup Buku Lama, Membuka Layar Baru
Maluku Utara adalah rumah bagi lebih dari sejuta orang yang tinggal di antara lautan. Mereka bukan sekadar statistik. Mereka adalah manusia-manusia yang setiap harinya bergulat dengan jarak, angin, gelombang, dan harapan.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar