Haji Robert, Sang Ayah dari Timur

Oleh: Ahmad Ibrahim
Bagi warga Maluku Utara khususnya di bagian utara Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, nama Haji Robert sudah tak asing. Pemilik tambang emas yang tak lain Presiden Direktur PT.Nusa Halmahera Minerals (NHM) bernama lengkap Haji Romo Robert Nitiyudho Wacho itu selain sebagai pengusaha nasional, ia juga dikenal sebagai sosok dermawan yang peduli pada sesama.
Kisah perjalanan hidup pria berdarah Indonesia-Australia yang ditulis sang penulis Muhammad Iram Galela berjudul: Haji Robert, Sosok Sang Ayah dari Timur, ini mengedepankan Haji Robert bukan sekadar sebagai konglomerat yang sukses tapi juga pribadi yang sejuk dan penuh kedamaian.
Saya tentu berterima kasih kepada sang penulis Iram Galela atas kiriman buku ini. Penulis muda yang juga dikenal sebagai aktivis ini tentu ikut merasa bangga atas terbitnya buku karya perdananya tersebut.
Buku setebal 112 halaman yang diterbitkan oleh Penerbit Aktivis Autentik, Februari 2026, ini terdapat enam bagian dengan judul berbeda. Diawali pengantar oleh sang penulis lalu sambutan Dr.Kasman Hi.Ahmad, M.Pd yang tidak lain Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Utara yang juga Ketua ICMI Orwil Provinsi Maluku Utara, itu.
Awalnya sebelum naik cetak saya memang diminta untuk mengoreksi ulang naskah tulisannya. Kesan pertama saya setelah membaca materi tulisan ternyata tak ada yang perlu diubah.
Materi tulisannya menarik. Sebab tak banyak yang ditambah ataupun dikurangi. Kata dan struktur kalimatnya sudah amat baik untuk seorang penulis muda seperti Iram Galela.
Pun sosok Haji Robert yang diceritakan dalam buku ini. Boleh jadi ia termasuk satu di antara sekian banyak konglomerat di Maluku Utara tergolong unik dan langka.
Di tengah sorotan dan kritik terhadap pengelolaan industri khususnya di bidang pertambangan yang penuh dinamika dan problematis, sosok pengusaha yang satu ini mampu menembus ruang dan dinamika dalam menjawab tantangan itu.
Haji Robert tidak sekadar sebagai orang tua untuk anak-anaknya namun di semua kalangan ia memberikan cinta yang sama dengan apa yang diberikan kepada anak-anaknya.
Ia hadir di Maluku Utara bukan semata-mata dengan wajah pengusaha namun juga hadir sebagai ayah dimana setiap langkah kakinya membawa kesejukan dan penuh kedamaian.
"Siapapun yang pernah mendengar namanya dan bersentuhan dengannya pasti punya kesan bahwa ia adalah simbol orang tua yang selalu menampakkan jiwanya penuh kharismatik dan humanis," tulis Iram dalam bukunya itu.
Dari sisi kemanusiaan, nama Haji Robert telah melekat di hati masyarakat Maluku Utara. Itu bukan semata karena kesuksesannya sebagai Presiden Direktur PT NHM melainkan karena ketulusan dan dedikasi serta jiwa toleransi yang tak terbatas oleh ruang dan waktu terhadap rasa cinta kepada sesama tanpa mengenal suku dan agama.
Di buku ini diceritakan kisah sukses Haji Robert membantu banyak orang sakit dan membutuhkan perawatan. Bila ada pasien yang oleh dokter didiagnosa tidak bisa ditangani di RSU Tobelo atau Ternate maka atas kebijakannya sang pasien harus dirujuk dan diterbangkan ke Manado atau ke kota lain.
Puluhan miliaran rupiah telah ia gelontorkan membantu peralatan medis pada sejumlah rumah sakit. Pun tak sedikit ia telah mendarmabaktikan kekayaannya itu untuk membantu pembangunan rumah-rumah ibadah dari semua golongan.
Ia merupakan pribadi yang selama ini diketahui memiliki sikap rendah hati dan gemar menolong antarsesama. Baginya membantu sesama manusia adalah ibadah.
Ia dikenal kaya bukan karena kemewahan namun lebih kaya dalam kepedulian. Baginya, pangkat dan jabatan tak berarti tanpa perbuatan baik kepada banyak orang apalah artinya semua itu.
Dalam setiap kesempatan Haji Robert secara pribadi mengulurkan tangan dan senang membantu masyarakat yang membutuhkan. Bahkan meski di luar tanggung jawab formal perusahaan yang ia pimpin itu tak segan ia membantu ketika tiba-tiba ada yang membutuhkan.
Membangun rumah ibadah lintas agama, membantu biaya pendidikan anak-anak kurang mampu, menanggung pengobatan orang sakit, hingga membiayai program sosial kemasyarakatan di berbagai pelosok Maluku Utara, itu dilakukan tanpa pamrih, imbalan, dan tanpa syarat.
Ia yang menjadi garda terdepan dari sekian pengusaha tambang lainnya di Maluku Utara itu karena kemampuannya membangun bisnisnya melampaui dikotomi dari pribadinya sebagai seorang dermawan dibanding sebagai sosok seorang "kapitalis".
Kontribusinya yang massif dan berkelanjutan untuk kemanusiaan membuat Haji Robert boleh jadi termasuk sosok pengusaha langka di Maluku Utara yang fenomenal.
Dan, melalui penulisan buku: Haji Robert, Sosok Sang Ayah dari Timur karya sang aktivis Muhammad Iram Galela yang mengetengahkan tokoh pengusaha sukses ini boleh jadi bisa menjadi oase bagi generasi muda kita lainnya untuk terus berkarya dan bisa menghidupkan tumbuhnya kesadaran dalam dunia literasi.
Selamat untuk sang penulis Muhammad Iram Galela atas karya perdana penulisan buku ini. **


Komentar