Menyalakan Lampu Sejarah, Membangun Episentrum Ekonomi Dunia di Atas Lumpur Weda
Mengenang Sang Arsitek Teknokrat

Oleh: M. Basry Hamaya
Mengukir Sejarah di Rawa dan Lumpur Weda
Ada manusia yang ketika napasnya terhenti, ia hanya meninggalkan sebaris nama di batu nisan dan ruang sunyi di hati keluarganya. Namun, ada pula manusia yang kepergiannya membuat sebuah daerah seperti kehilangan sebagian besar dari ingatannya sendiri.
Ketika kabar duka itu tersiar, langit Halmahera Tengah seolah melengkung lebih rendah, membawa beban kesedihan yang teramat pekat. Ir. Hi. M. Al Yasin Ali, M.MT mantan Bupati Halmahera Tengah dua periode sekaligus mantan Wakil Gubernur Maluku Utara telah berpulang.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Selasa, 18 Agustus 2026
Kepergiannya bukan sekadar berhentinya detak jantung seorang mantan pejabat tinggi, melainkan sebuah jeda panjang yang memaksa kita semua menoleh ke belakang.
Sebuah kehilangan besar atas sosok saksi sejarah yang memegang kunci narasi bagaimana tanah Weda yang hari ini kita injak dengan mapan, dahulu dirajut dari ketidakmungkinan.
Bagi generasi hari ini yang menyaksikan Weda dengan wajah modernnya, kota ini adalah pusat denyut ekonomi yang teramat seksi.
Jalan-jalan beraspal mulus membelah bukit, pusat pemerintahan berdiri kukuh menghadap laut, investasi skala nasional hingga internasional masuk mengalir deras di Teluk Weda, perdagangan bergerak dinamis, dan perbankan tumbuh subur mengikuti likuiditas daerah.
Halmahera Tengah telah menjelma menjadi salah satu raksasa yang diperhitungkan dalam panggung pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, sejarah menolak lupa bahwa kemudahan dan gemerlap hari ini dibayar oleh keberanian masa lalu.
Di sinilah letak nestapa yang sesungguhnya, kita sering kali baru menyadari arti penting sebuah tiang fondasi justru ketika sang arsiteknya telah tiada.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar