Capaian Akademik, Kesempatan Belajar dan Keadilan Pendidikan

Disinlah TKA menjadi salah satu sumber informasi untuk tujuan tersebut. Namun apakah tujuan tersebut dapat diwujudkan? Tergantung pada penafsiran hasil tes, perumusan kebijakan serta tindak lanjut yang dilakukan dalam system pendidikan.
Tiga Mata Pelajaran, Tiga Pertanyaan
Dalam pelaksanaan TKA, terdpat tiga mata pelajaran yang wajib yakni Matermatika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta tambahan dua mata pelajaran pilihan. Pada konteks TKA, terdapat tiga pertanyaan yang di tujukan untuk tiga mata pelajaran tersebut.
Pertama, Matematika. Pada matapelajaran matematika terdapat tiga level kognitif yang menjadi kerangka penilaian yaitu, pengetahuan dan pemahamaman (knowing and understanding), aplikasi (appliying), dan penalaran (reasoning) (pusmendik.kemendikdasmen.go.id/).
Ketiga level tersebut mencakup kemampuan yang berbeda, mulai dari memahami konsep dan prosedur matematika, mengimplemantasikannya dalam menyelesaikan permasalahan, hingga menggunakan penalaran dalam menghdapi permasalahan sehari-hari.
Pertanyaannya apakah capaian ketiga level dalam matematika tersebut dibaca bersama ketersediaan guru bidang studi, ketersediaan sumber belajar disekolah serta kesempatan berlatih yang memadai dalam mengembangkan nalarnya?
Kedua, mata pelajaran Bahasa Indonesia, tiga kompetensi utama yang dinilai yakni pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, evaluasi dan apresiasi. Kemampuan itu tumbuh dari kebiasaan membaca yang panjang. Pertanyaannya: apakah murid memiliki akses memadai terhadap bahan bacaan yang beragam?
Ketiga, Mata pelajaran Bahasa Inggris, apakah kesempatan memperoleh pengajaran, materi, dan pengalaman menggunakan bahasa Inggris setara antarsekolah dan antarkelompok murid?
Ketiga pertanyaan di atas bermuara pada satu persoalan yang sama, apakah sistem pendidikan hanya mengukur capaian akademik murid, atau juga menggunakan hasil pengukuran untuk memperbaiki kesempatan belajar para murid?
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar