(Refleksi Menuju HUT ke-73 KPU RI)
Pembangunan Karakter, Demokrasi Prosedural

Jadi kita sebagai bangsa yang memiliki pengalaman panjang tentang kepemiluan tidak kekurangan pengetahuan, tetapi bagaimana mengendalikannya. Tindakan kita diarahkan pada upaya menghilangkan “budaya instan”.
Pilihan yang berdiri di atas pertimbangan dan faktor, yang memungkinkan suatu rencana terlaksana. Untuk itu, diperlukan orientasi yang jelas. Inilah yang melatarbelakangi pentingnya pembentukan karakter secara holistik.
Pendek kata, karakter merupakan salah satu faktor penentu yang terbentuk melalui pengertian dan pemahaman terhadap suatu orientasi. Orientasi yang dimaksud adalah bagaimana menciptakan kehidupan bangsa yang berkarakter demokratis.
Tanpa nilai (value) tersebut, dampaknya dapat meluas ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari pembatasan pendapat, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), hingga Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Bukan hanya itu, dalam konteks Pemilu, persoalan tersebut juga dapat memicu polarisasi, konflik sosial dan apatisme politik.
Di sinilah letak fondasi penting antara KPU dan masyarakat dalam upaya menjaga atau mengawasi kualitas demokrasi. Hal ini menjadi semakin penting jika memperhatikan daya tahan semua pihak dalam menghadapi “parade” pesta demokrasi, mulai dari pemilihan bupati/walikota, gubernur, anggota legislatif, hingga presiden.
Artinya, seluruh usaha seharusnya membuahkan hasil yang maksimal, yaitu perbaikan dari berbagai sisi kehidupan.
Proses demokrasi bukan justru menambah persoalan, terutama dalam sektor sosial-ekonomi dan kewilayahan.
Sektor krusial ini menyentuh aspek fundamental lainnya, seperti kualitas sumber daya manusia (SDM) yang timpang hari-hari ini—dan yang terpenting kesenjangan keterampilan (skill gap) untuk menjawab tantangan mendatang.
Dalam arti itu saja, persoalannya bukan sekadar bertambahnya jumlah program dan proyek, melainkan bagaimana output dari pesta demokrasi mampu melahirkan pemimpin atau wakil rakyat di setiap tingkatan yang mengutamakan kebutuhan perbaikan (needs improvement) masyarakat daripada pertimbangan lain.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar