Ternate Tanah Kaya Sejarah

Ibnu Ammar

Dari sudut-sudut kampung hingga puncak Gamalama, teriakan perang membahana menuntut balas atas darah sang pemimpin yang tumpah!

Munculnya Sang Singa Maluku: Sultan Baabullah Mengguncang Dunia

Dari abu duka itu, bangkitlah seorang putra mahkota dengan tatapan mata menyala-nyala penuh api dendam dan kehormatan: Sultan Baabullah, Sang Singa Maluku! Dengan suara yang menggelegar membelah angkasa, ia membuang jauh-jauh segala bentuk kompromi.

"Kalian telah mengkhianati persahabatan! Kalian menumpahkan darah ayahku di tanah suci ini! Enyahlah kalian dari bumi Ternate, atau kalian akan mati terkubur di sini!" serunya membakar semangat seluruh laskar.

Sultan Baabullah mengerahkan seluruh armada laut Ternate, mengepung benteng Portugis tanpa ampun. Siang dan malam, meriam kesultanan memuntahkan peluru, memutus segala pasokan makanan musuh. Portugis yang dulu sombong kini bertekuk lutut, merengek ketakutan di balik dinding batu mereka.

Dan pada tahun 1575, di bawah terik matahari Maluku, bangsa Portugis diusir keluar dengan kepala tertunduk dan ketakutan yang mencekam! Ternate membuktikan kepada dunia: tiada tempat bagi penjajah di tanah para ksatria!

Cakar Besi Spanyol dan Muslihat Licik VOC Belanda

Singa-singa Ternate tidak diberi waktu untuk beristirahat. Belum sempat debu pertempuran menguap, horizon laut kembali menghitam.

Spanyol datang dengan ambisi meriamnya, mencoba merebut apa yang telah direbut bangsa pendahulunya. Mereka bersekutu dengan musuh-musuh Ternate, mencoba mematahkan tulang punggung Moloku Kie Raha.

Tetapi perlawanan tidak pernah surut. Darah para ksatria terus mengalir, mewariskan nyali tanpa takut mati kepada generasi-generasi berikutnya.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...