Ternate Tanah Kaya Sejarah

Ibnu Ammar

Mereka menanggalkan ego, menyatukan darah, dan mengangkat seorang pemimpin agung bergelar Kolano untuk memegang kendali komando tertinggi. Dan pilihan itu jatuh kepada sang panglima perkasa, Baab Mashur Malamo, sebagai Raja pertama yang menyatukan Ternate!

Api persatuan itu langsung diuji di medan laga. Ketika armada bajak laut kembali datang dengan angkuh untuk menjarah pesisir, mereka tidak lagi mendapati kampung-kampung yang lemah dan terpecah! Kali ini, mereka berhadapan dengan barisan baja rakyat Ternate!

Warga lereng gunung turun gunung membawa tombak dan parang, bergabung dengan para pelaut pesisir dalam satu komando yang mematikan.

Ombak lautan Ternate mendadak merah oleh darah para perompak yang panik dan ketakutan. Dengan pekikan semangat perang yang menggelegar, armada bajak laut itu dihancurkan berkeping-keping, ditenggelamkan ke dasar laut, dan diusir secara hina dari tanah para raja!

Kemenangan itu membakar dunia: Ternate telah bangkit dari abu perpecahan, membuktikan kepada semesta bahwa persatuan adalah senjata paling mematikan yang tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh siapapun!

Seiring berjalannya waktu, benteng pertahanan Moloku Kie Raha yang berdiri kokoh dari persatuan empat soa tidak hanya mampu mengusir para perompak, tetapi juga menjelma menjadi mercusuar dagang yang gemilang di kawasan timur Nusantara. Di bawah kepemimpinan para Kolano, Ternate tumbuh menjadi magnet dunia.

Tanah vulkanik Gunung Gamalama memuntahkan kekayaan alam yang paling dicari umat manusia saat itu: rempah-rempah, khususnya cengkeh.

Aromanya yang harum memecah keheningan samudra, menarik kedatangan para saudagar dari seberang lautan—mulai dari Tiongkok, Persia, Arab, hingga Semenanjung Malaya. Pelabuhan-pelabuhan Ternate berdenyut dalam ritme perdagangan global yang sibuk, menjadikan pulau kecil ini kaya raya dan disegani.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...