Ternate Tanah Kaya Sejarah

Ibnu Ammar

Namun, kejayaan material itu ternyata belum cukup menyempurnakan martabat Ternate. Di tengah hiruk-pikuk dermaga dan transaksi rempah yang tiada henti, gelombang perubahan yang jauh lebih dahsyat merasuk perlahan ke dalam sanubari bumi Maluku yakni cahaya Islam.

Islam tidak datang dengan mengacungkan pedang penaklukan, melainkan meresap melalui jalur damai, dibawa oleh para saudagar muslim dan ulama yang singgah di pelabuhan Ternate.

Mereka tidak hanya berdagang rempah, tetapi juga membawa risalah tauhid, nilai-nilai keadilan, persamaan derajat, serta tata peradaban yang menjunjung tinggi kemuliaan manusia. Ajaran ini menyapa nurani rakyat Ternate dengan kesejukan.

Para penguasa lokal dan masyarakat adat melihat bahwa Islam membawa pencerahan yang mengubah pandangan hidup mereka tentang alam semesta, kekuasaan, dan hubungan antarmanusia.

Transformasi besar ini mencapai titik didihnya menjelang akhir abad ke-15. Di bawah kepemimpinan Kolano Marhum, fondasi spiritual itu mulai dikukuhkan secara total.

Dan ketika tampuk kepemimpinan beralih kepada putranya yang visioner, Kolano Zainal Abidin, Ternate membuat keputusan paling monumental dalam sejarah peradabannya.

Sultan Zainal Abidin memahami betul bahwa sebuah imperium besar tidak hanya butuh benteng dan rempah, tetapi butuh hukum yang adil dan sandaran moral yang kokoh.

Ia pergi berguru langsung ke Giri di tanah Jawa pusat penyebaran Islam terkemuka saat itu untuk memperdalam ajaran agama dan tata kelola pemerintahan yang beradab.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...