Pidato, Lalu Apa?

Hendra Kasim

Ini penting karena akuntabilitas presiden dalam ide ini tidak sebatas “the president reported” tetapi juga harus sampai pada “the president responds”.

(iv) MPR mengevalusi melalui rekomendasi (constitutional accountability resolution) – setelah mendegarkan respon presiden, MPR kemudian menyusun resolusi akuntabilitas konstitusional yang tidak sebatas “menerima” atau “menolak” pertanggungjawaban presiden.

Tapi lebih substansial dengan berisi capaian kinerja presiden selama satu tahun berdasarkan laporan kinerja yang disampaikan, persoalan yang belum diselesaikan, catatan konstitusional MPR sebagai bahan evaluasi dari capaian dan persoalan yang belum diselesaikan.

Kemudian rekomendasi dari MPR kepada presiden untuk dapat diselesaikan selama setahun pemerintahan, dan agenda perbaikan yang menjadi prioritas sebagai target capaian yang akan dimintai pertanggungjawaban di tahun berikutnya.

(v) Tindak lanjut dari Presiden (presidential follow-up) – setelah sidang tahunan digelar, preseiden diberikan waktu tujuh hari untuk memberikan respon tertulis terhadap rekomendasi dari MPR sebagai bentuk constitutional feedback loop.

Respon tertulis Presiden, oleh MPR dipublikasi ke publik sebagai bentuk akuntabilitas dan upaya melibatkan publik mengontrol kinerja presiden selama setahun.

Mengapa Penting?

Sebagian dari anda setelah membaca ide ini, mungkin bertanya, apa pentingnya repot-repot desain sidang tahunan seperti ini? Jawabannya sederhana.

Tanpa desain kontrol yang jelas, secara sadar kita membiarkan sistem ketatanegaraan berjalan tanpa rem. Urusan negara yang penting, berhenti di panggung seremoni.Sayang sekali.

Baca Halaman Selanjuntya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...