NHM Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla dengan Respons Terpadu dan Berlapis

Halut, malutpost.com – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Halmahera Utara melalui respons yang terencana, terkoordinasi, dan berlapis.
Langkah tersebut dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pekerja, masyarakat, serta perlindungan lingkungan.
HSE System Specialist NHM, Andri Prasetyo, mengatakan luasnya wilayah kerja, cuaca panas, akses lokasi yang sulit, serta cepatnya api menyebar menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla.
“Karhutla bukan sekadar kebakaran biasa. Dampaknya bisa berantai, mulai dari asap yang menurunkan jarak pandang, meningkatnya risiko kecelakaan, terganggunya aktivitas kerja, hingga kemungkinan penghentian operasi. Karena itu, kami menyiapkan respons yang terstruktur,” ujar Andri, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, NHM menjalankan langkah pencegahan sekaligus menyiapkan penanggulangan. Di antaranya membangun dan menjaga jalur pemisah atau fire break di area yang berbatasan dengan hutan dan lahan rawan terbakar.
Vegetasi kering dan bahan mudah terbakar juga dibersihkan secara berkala. Selain itu, pemantauan titik panas dan kondisi cuaca dilakukan secara rutin untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin.
“Langkah lain meliputi pemetaan wilayah rawan, penyiapan jalur kendaraan pemadam, penyediaan sumber air, pemeriksaan sumber api dari aktivitas perusahaan, peningkatan patroli, serta penyuluhan kepada pekerja dan warga sekitar,” katanya.
NHM juga menjalin kerja sama dengan kepolisian, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas ESDM untuk memastikan informasi berjalan lancar dan penanganan dilakukan sesuai prosedur.
Kapten ERT NHM, Hendrick Lesa, menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, Tim Tanggap Darurat (ERT) menjadi garda terdepan. Namun, kecepatan respons tetap harus mengutamakan keselamatan personel.
“Sebelum masuk memadamkan api, kami melakukan penilaian kondisi terlebih dahulu agar tidak menempatkan personel dalam bahaya,” kata Hendrick.
Ia menjelaskan, seluruh penanganan dilakukan melalui struktur komando terintegrasi dengan pusat informasi yang dipantau setiap hari pukul 14.00 WIT.
Penanganan karhutla melibatkan sejumlah departemen, mulai dari HSE, lingkungan, operasi, pemeliharaan, keamanan, klinik, hubungan masyarakat, logistik, hingga manajemen.
“Tim Drone Security berperan mendeteksi titik api di area luas yang sulit dijangkau. Sementara penanggulangan disusun dalam tiga lapisan respons agar kekuatan di lapangan selalu cukup. Departemen Sipil juga memastikan akses jalan dan jalur evakuasi tetap baik untuk menunjang pekerjaan pemadaman,” tandasnya.
NHM menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan karhutla. Setiap kejadian juga dievaluasi sebagai bahan perbaikan sistem kesiapsiagaan.
Dengan pendekatan terpadu dan gotong royong, NHM berupaya menjaga operasional tetap aman sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah tambang. (one)

Komentar