Ou; Sebut Ketidakadilan Jadi Pemicu
Malut Wacanakan Federal

“Tidak ada satu orang Maluku Utara menjadi pemilik tambang di sana. Semua orang yang datang dari Jakarta, menggaruk-garuk, mengorek-ngorek itu semua,” tukas sultan.
Karena itu, kata dia, dirinya telah bertemu dengan Sultan Ternate dan membicarakan keadilan pengelolaan SDA. Rencananya akan dilakukan pertemuan dengan melibatkan semua kesultanan di Moloku Kie Raha.
“Saya tadi ketemu dengan Sultan Ternate di bandara. Dan saya dengan Sultan Ternate sudah bersepakat kitorang akan bicara ulang tentang pengelolaan tambang yang ada di Malut,” katanya.
Ia mengingatkan agar pelaku usaha pertambangan tidak bertindak seolah-olah menjadi tuan dan pemilik sah atas SDA di Malut.
“Jangan seolah-olah mereka menjadi tuan dan pemilik sumber daya alam di Malut. itu tidak boleh,” ujarnya.
Menurut Ou, sikap tegasnya itu bukan menginginkan aktivitas pertambangan dihentikan, namun, keadilan dalam pengelolaan SDA harus didistribusikan secara baik, termasuk dengan memperhatikan masyarakat dan daerah tempat sumber daya tersebut berada.
“Saya bilang ini bukan berarti saya menginginkan ini tidak. Saya hanya ingin keadilan itu terdistribusi secara baik. Dan pemilik tambang juga memperhatikan bahwa dia datang menjadi tamu dan tahu aturan,” tegas sultan.
Sultan Husain menambahkan, kondisi ketidakadilan dan ketimpangan yang terjadi membuat masyarakat Malut seolah-olah diperlakukan sebagai tamu di tanahnya sendiri.
“Kita diperlakukan seperti tamu. Kita seperti orang yang datang menumpang di tanah sendiri. Tidak boleh itu,” pungkasnya.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar