Halmahera Selatan Lumbung Ikan

Putri Ambarwati Dodi

Oleh karena itu, menegaskan Halmahera Selatan sebagai lumbung ikan hari ini adalah bentuk revitalisasi identitas bahari yang sempat terpinggirkan oleh narasi pembangunan yang terlalu berorientasi pada daratan.

Namun, untuk benar-benar mengukuhkan posisi ini, kita tidak boleh hanya berbangga pada angka-angka potensi tanpa menelaah bagaimana potensi tersebut dikelola.

Predikat lumbung ikan membawa konsekuensi logis: tanggung jawab untuk menjaga kelestarian, mengoptimalkan tata kelola, dan yang paling penting, memastikan bahwa kesejahteraan utama dari limpahan karunia ini dirasakan langsung oleh nelayan lokal Halmahera Selatan.

Melimpahnya hasil laut di Halmahera Selatan memberikan kontribusi nyata bagi sektor perikanan nasional dan daerah. Setiap harinya, tonan ikan segar diturunkan di pelabuhan-pelabuhan rakyat maupun pusat pendaratan ikan.

Sektor ini menjadi penggerak roda ekonomi mikro, menyerap ribuan tenaga kerja dari kalangan nelayan tradisional, pengolahan ikan asap (fufu), pedagang eceran, hingga penyedia jasa transportasi laut.

Ikan dari perairan Halmahera Selatan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal Ternate dan sekitarnya, tetapi juga menembus pasar nasional hingga mancanegara melalui ekspor komoditas tuna.

Meski demikian, jika kita menelaah kondisi di lapangan secara kritis, terdapat jurang pemisah yang cukup lebar antara narasi "lumbung ikan" dan realitas sosial-ekonomi nelayan kecil.

Sebagian besar nelayan di Halmahera Selatan masih beroperasi dengan skala tradisional (small-scale fisheries) menggunakan armada tangkap berspesifikasi rendah dan alat tangkap sederhana.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...