Dari Paris untuk Pencitraan

Kunjungan Presiden ke Prancis dan pengajaran Bahasa Prancis di sekolah-sekolah adalah objek yang diciptakan atas hubungan diplomatik Indonesia-Prancis.
Pada titik ini sebenarnya Presiden Prabowo sedang memproduksi wacana sebagai teks, bahwa Bahasa Prancis merupakan salah satu Bahasa yang penting di kancah global.
Di samping itu, teori wacana menyebutkan bahwa setiap wacana terselip relasi kuasa di dalamnya. Di sini bisa dilihat peran Bahasa prancis di tingkat global melalui para pengguna Bahasa tersebut yang tersebar hampir di lima benua.
Data Ethnologue menunjukkan bahwa bahasa Perancis berada pada posisi keenam dengan jumlah penutur lebih dari 310 juta orang setelah bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Hindi, bahasa Spanyol, dan bahasa Arab.
Bahasa Perancis juga digunakan di lima benua dan menjadi bahasa resmi di 32 negara yang menjadikannya bahasa signifikan dalam dunia internasional (Kompas,31/5/2026).
Untuk analisis kritisnya, sejatinya Presiden Prabowo sedang membangun citra di panggung internasional. Wacana pengajaran Bahasa Prancis, yang sebelumnya Bahasa Portugis adalah bentuk dari praktik signifikansi dari Bapak Presiden.
Dan ini adalah produksi wacana tentang statusnya. Artinya, Bapak presiden ingin “menepuk dada” bahwa di masa kepemimpinanya Indonesia berada pada percaturan pemain global yang setara dengan kekuatan negara-negara Eropa.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar